Kebiasaan Buruk Blogger

Kebiasaan Buruk

Sebenarnya kebiasaan buruk yang saya bahas disini bukan hanya dilakukan oleh blogger. Lebih luas lagi, Internet Marketer.

Hanya saja, untuk menyebut internet marketer di judul, saya masih belum berani.

Berkaca pada diri saya sendiri, blogger lebih identik dengan orang yang mencari nafkah lewat blog.

Bahasa kerennya, Make Money Online atau Make Money Blogging.

Nah, berikut ini saya akan share pengalaman pribadi yang sebenarnya bisa disebut aib.

Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran kebiasaan buruk yang saya lakukan dibawah ini.

Mulai dari yang gratisan

Sebenarnya sah sah saja jika ingin memulai suatu usaha dengan modal seminimal mungkin. Bila perlu gratis.

Dari kacamata saya, hal ini cukup berakibat fatal.

Pertama, gratisan cenderung memiliki banyak kekurangan. Contoh: memulai blogging dengan platform blogger.com (memiliki embel embel .blogspot.com dibelakang domain kita).

Selain terlihat tidak profesional, fitur di blogger.com juga cukup terbatas.

Pembahasan lebih lanjut bisa kamu simak di Blogging Wizard (WordPress vs Blogger).

Kedua, gratisan membuat kita kurang greget.

Seperti nothing to lose. Jika ditengah perjalanan gagal, akan ada sedikit sekali alasan untuk tetap lanjut.

  • Ah, saya nggak keluar modal kok
  • Udahlah, lagian cuma rugi waktu
  • Untung belum keluarin duit banyak

Ketiga, gratisan sangat dekat dengan ketidakseriusan. Tidak perlu saya jabarkan lebih lanjut poin ini.

TETAPI, sebagian kecil orang mampu sukses dari modal gratisan.

Pertanyaannya, apakah kamu sudah memiliki mental sukses meski dari modal gratisan?

Kalau saya sendiri belum.

Jika harus mengulang dari awal, saya tidak akan memulai blogging dari yang gratisan. Langsung menggunakan platform yang sudah terbukti melahirkan banyak sekali blogger sukses, yaitu WordPress Self Hosted.

Menggunakan teknik curang

Pada awal memulai blogging, biasanya masih semangat untuk menulis, mengedit gambar, mencari backlink, dan sebagainya.

Namun ketika menghadapi kenyataan bahwa sebulan telah berlalu, setengah tahun telah terlewati, setahun sudah dijalani.

Tak kunjung juga mendapatkan pengunjung. Apalagi penghasilan yang cukup.

Biasanya mulai muncul keinginan untuk melakukan shortcut. Keinginan untuk mendapatkan income yang besar dalam waktu yang singkat.

Hingga terjebaklah ke dalam sumur yang gelap.

  • Mulai klik iklan sendiri
  • Melakukan spamming kesana kemari
  • Masuk ke forum forum underground (kadang sampai terjerumus ke dunia hacking dan penipuan)
  • Membuat blog yang melanggar norma (ini trafiknya gampang dan duitnya banyak, katanya)
  • DLL (Coba kamu tambahkan di kolom komentar)

Oh, gitu doang

Menemukan teknik yang mudah, dan bisa mendapatkan penghasilan yang besar.

Saya tidak tahu teknik mudah apa yang kamu pakai. Tetapi ada salah satu teknik blogging yang “cukup mudah” dan terbukti bisa melahirkan income yang besar.

Teknik ini rahasia. Rahasia umum.

Hingga pada titik. Ah, cuma gitu doang.

Blog terus menghasilkan rupiah demi rupiah tanpa kita sibuk update konten. Tanpa sibuk membalas komentar. Tanpa sibuk melakukan riset.

Semua berjalan hampir auto pilot.

Entah ini spammy blog maupun authority blog. Ketika kita sudah menganggap remeh, “oh, gitu doang”, maka tunggu saja kebiasaan buruk yang lain untuk muncul.

Sibuk refresh analytics

Mulai nih, terpesona dengan angka angka.

  • 357 users online.
  • 1290 users online.
  • 110,675 Pageviews Today.

Tak terasa, kita mulai terbuai dengan statistik. Padahal, kita sendiri tidak tahu cara mengolah data dari angka angka tersebut.

Sibuk refresh dashboard Adsense

Ini tidak berbeda jauh dengan analytics.

Tanpa disadari kita klik sana sini. Lihat laporan Performance. Senyum senyum lihat CTR. Lalu berubah kecewa melihat CPC.

Kebiasaan buruk ketika membuka data analytics dan data Adsense adalah kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan dengan angka angka itu.

Padahal ada banyak sekali fitur di Google Analytics maupun Adsense yang bisa kita olah untuk mendapatkan data.

  • Halaman mana yang paling sering dikunjungi.
  • Halaman mana yang mendatangkan revenue paling besar.
  • Halaman mana yang paling lemot.
  • Ad unit mana yang paling menguntungkan.
  • Eksperimen mana yang belum kita jalankan pada Adsense Labs.

Gagal fokus

Earning sudah besar. Modal sudah bertambah banyak.

Lalu melihat Screenshot angka yang lebih besar di timeline facebook. Metode yang digunakan berbeda.

Mulailah ikut ikutan. Dan lupa dengan project yang sudah berjalan.

Berubah jadi kolektor

Semakin banyak metode yang digunakan, semakin banyak tools pendukung yang dibutuhkan.

Karena sudah punya banyak modal, apa saja dibeli. Tergiur dengan sales letter.

Modal yang seharusnya bisa digunakan untuk memperbesar blog yang sudah ada, berubah menjadi:

  • Koleksi tools premium
  • Koleksi themes premium
  • Koleksi plugin premium
  • Koleksi online course premium

Jadi pengusaha odong odong

Yang lebih parah, koleksi yang ada pada poin nomer 7 diatas adalah hasil dari Odong Odong.

Yaitu teknik membeli sesuatu secara patungan.

Biasanya pihak penjual sangat melarang teknik ini. Karena cukup atau bahkan sangat merugikan.

Saya sendiri kadang masih melakukan ini, khusus untuk course luar negeri yang harganya sangat tidak cocok dikantong orang Indonesia.

Stuck, tidak tahu harus melakukan apa

Pernah mengalami kebingungan ketika sudah menyalakan komputer/laptop?

Tidak tahu harus berbuat apa?

Saya pernah.

Biasanya ini terjadi karena hal hal dibawah ini:

  • Overload informasi. Baca tutorial sana sini tanpa pernah praktek.
  • Koleksi alat tempur yang semakin menumpuk.
  • Gagal fokus dengan apa yang sedang dikerjakan.
  • Terlalu banyak blog yang harus diurus (beda ya, dengan memiliki banyak blog, tapi sudah ada yang mengurus).

Hingga akhirnya kita terjebak pada rutinitas yang sangat tidak produktif, seperti:

  • Kembali ke poin 4 & 5, sibuk refresh Analytics & Adsense.
  • Scroll timeline mencari footernya facebook.
  • Nonton TV Series 10 Season dalam 3 hari. Marathon.
  • Nonton youtube. Pas L*cinta L*na trending.

Tetapi, dari 9 poin diatas, ada 2 poin lagi yang saat ini menjadi konsen saya pribadi. Menurut saya ini adalah kebiasaan yang amat sangat buruk.

Kurang bersyukur

Syukur dan ikhlas adalah 2 ilmu yang seharusnya kita pelajari setiap waktu.

Pernah suatu ketika, penghasilan saya dari blogging dalam 1 bulan turun hingga 90% dari bulan sebelumnya.

Mulai was was. Melihat angka yang saya dapatkan bulan itu, berasa sangat kecil.

Padahal, angka tersebut masih berada diatas UMR Jakarta. Dan Insya Allah masih sangat cukup untuk hidup saya dan keluarga di kota kecil, Banjarnegara.

Bayangkan, kita mendapatkan itu semua tanpa perlu panas panasan seharian. Tanpa perlu terjebak macet di jalan. Tanpa perlu sibuk melayani customer.

Hanya duduk manis. Asalkan server masih hidup dan domain masih aktif, earning masih terus masuk (blog kita harus bervisitor lumayan banyak tentunya).

Kalaupun ada sesuatu yang harus kita kerjakan. Bisa kita kerjakan dimana saja. Bisa sambil momong anak atau memangku istri.

Bisa bercelana kolor.

Curiga, ketika ada orang lain sharing

Berapa banyak blogging success story yang sudah kamu baca di timeline atau blog orang lain?

Pernah timbul pertanyaan seperti ini?

  • Wah ilmu bagus begini kok dishare gratis? Mau buka course berbayar ya?
  • Paling mau nyebar affiliate links, iya kan?
  • Masa sih tekniknya cuma gitu doang? Pasti ada yang disembunyikan!

Hayo lo, ngaku!

5 Shares:
4 comments
  1. Kebiasaan buruk lainnya ada si kayaknya,

    misal menganggap blog kita bagus. Tapi belum tentu buat yg baca bagus. Terus diingetin tapi tetap ngeyel.

    Tuman! 😂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *